Jumat, 27 Desember 2013

Memilih Pasangan

2 comments
Dapet tulisan dari forum yang isinya seperti ini:
Cerita ini di ambil dari Majalah Fortune,
Judulnya: 
Young and pretty lady wishes to marry a rich guy. 
-----------------------------------------------
Seorang wanita memposting sebuah pertanyaan melalui sebuah forum terkenal dengan bertanya: 

"Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?" 

Saya akan jujur dengan apa yang aku katakan. Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik, bergaya dan memiliki selera yang tinggi. Saya berharap menikah dengan pria kaya dengan penghasilan pertahun $500 ribu (+/-Rp.5,5M) atau lebih. 

Anda mungkin akan berkata kalau saya termasuk perempuan materialistis, tapi kelompok penghasilan s.d $ 1 juta pun masih termasuk kelas menengah di New York. Permintaan saya tidak setinggi itu. Adakah pria di forum ini yang berpenghasilan $ 500 ribu per tahun? Apakah Anda semua telah menikah? Saya ingin bertanya apa yang harus aku lakukan untuk dapat menikah dengan orang2 seperti Anda? 

Di antara pria yang telah berpacaran denganku, yang terkaya hanya berpenghasilan $ 250 ribu dan kelihatannya ini batas tertinggi yang pernah saya capai. Jika seseorang ingin pindah ke perumahan mewah di wilayah barat New York City Garden , penghasilan $250 ribu tentu tidak cukup.

Beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
1. Dimanakah kebanyakan para pria kaya bertemu & berkumpul?
Mohon nama dan alamat bar, restauran dan gym yang sering dikunjungi. 
2. Rentang usia berapakah yang dapat memenuhi kriteria saya? 
3. Kenapa wajah istri-istri orang kaya hanya terkesan biasa-biasa saja? Saya telah bertemu dengan beberapa gadis yang tidak cantik dan menarik, tapi mereka bisa menikah dengan pria kaya. 
4. Apa pertimbangan Anda dalam menentukan istri dan siapakah yang bisa menjadi pacar Anda?

Terus terang, tujuan saya sekarang adalah untuk menikah.

Terimakasih, 
Gadis Jelita
--------------------------
Dan inilah jawaban dari seorang ahli keuangan dari Wall Street Financial 

Dear Gadis Jelita, 
Saya membaca email anda dengan sangat antusias. Saya yakin sebenarnya banyak gadis2 yang memiliki pertanyaan senada dengan Anda. Ijinkan saya untuk menganalisa situasi Anda dari sudut pandang investor profesional. Penghasilan tahunan saya lebih dari $ 500 ribu yang tentu memenuhi kriteria Anda. Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawaban saya cukup kredibel dan tidak membuang waktu. 

Dari sudut pandang seorang pebisnis, menikah dengan Anda adalah keputusan yang buruk. Jawabannya sangat sederhana dan akan saya jelaskan. 

Kesampingkan dulu detil-detil yang Anda tanyakan. Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan adalah pertukaran antara "kecantikan" dan "uang". 
Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu. Kelihatannya adil dan cukup wajar. Tapi ada permasalahan fatal di sini. Kecantikan Anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa alasan yang jelas. 

Faktanya adalah penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun. Tapi, Anda tidak akan bertambah cantik tiap tahunnya. Karena itu dari sudut pandang ekonomi: saya adalah aset yang ter-apresiasi sedangkan Anda adalah aset yang ter-depresiasi.
Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial. Jika hanya ini aset Anda, nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian. Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap perdagangan memiliki sebuah posisi.
Berpacaran dengan Anda juga memiliki "posisi perdagangan". 
Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya. Bukan ide yang baik untuk mempertahankannya. Begitu juga dengan pernikahan yang Anda inginkan. Saya sangat kejam untuk berkata seperti ini, tapi untuk membuat keputusan bijak, aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewa. Pria dengan penghasilan $ 500 ribu tentu bukan orang bodoh. Kami akan berpacaran dengan Anda, tapi tidak akan menikahi Anda.

Saran saya lupakan mencari petunjuk bagaimana cara menikahi pria kaya. Usahakan agar Anda dapat membuat diri Anda kaya dengan berpenghasilan $ 500 ribu, lebih berpeluang ketimbang mencari pria kaya yang bodoh.

Semoga jawaban saya dapat membantu

Tertanda,
JP Morgan
----------------------------------
Dari proses Tanya jawab di atas bisa kita ambil pelajaran bahwa untuk mencari pasangan kriteria fisik atau kecantikan itu hanya akan bertahan beberapa tahun aja, setelah masa kecantikannya itu berakhir tentu apa yg jadi andalannya itu (kecantikan) akan sirna, terus klo yang menjadi andalannya itu sudah sirna apa lagi yang bisa di andalkannya? Jadi kita bisa ambil pelajaran dalam memilih pasangan, klo kecantikan itu hanya akan tahan sementara. 
Jawaban dari tulisan di atas sebenernya itu dari perspektif si penjawab sebagai pengusaha sukses yang penghasilannya berjuta juta dolar. Akan tetapi jika kita tinjau dari sudut agama kita agama islam sebenarnya kekuatan harta atau uang juga bisa saja hilang atau sirna kapanpun. Tidak menutup kemungkinan seperti bencana alam, musibah, kebangkrutan bisa saja terjadi kapanpun dia datang menjemputnya. Maka sebenarnya kriteria harta juga masih memiliki banyak kelemahan sebagai mana kriteria kecantikan, kriteria tersebut akan sirna ntar besok atau lusa. Seperti itulah kriteria yang bersifat duniawi, segalanya hanya bersifat sementara. Untuk mendapatkan kriteria yang ideal agama kita mengajarkan dalam memilih pasangan itu pilihlah yang agamanya bagus. Agama ini akan terus kita pake sampe kita tua renta sekalipun. Kriteria agama ini sebaik2nya kriteria dalam meilih pasangan, agama ini yang akan membimbing kita untuk menuju jalan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Kriteria agama ini akan kita bawa terus sampai berapa pun usia kita, beda halnya dengan kecantikan yang hanya bisa bertahan beberapa tahun saja, beda halnya seperti jabatan yang harus pension dalam usia tertentu, beda halnya dengan harta yang bisa sirna kapan saja. Agama lah sebaik2nya kriteria dalam memilih pasangan, karena agama Islam yang akan membimbing kita untuk menuju kebahagiaan baik di dunia sampai kita meninggal maupun di akhirat.

Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wassalam bersabda:
"Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, kedudukannya (keturunannya), kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama.". (Hadits Riwayat. Bukhari Muslim)

Gwangju, 27-12-2013
Read full post »

Selasa, 21 Mei 2013

Larangan Makan Terlalu Kenyang

0 comments

Makanlah dikala lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Makanlah secukupnya serta tidak berlebih-lebihan. Nasehat Rasulullah tentang makan menyiratkan adanya bahaya tersembunyi jika makan terlalu kenyang. Ada sebuah kisah bagus sekali untuk diketahui, diambil dari kitab Minhajul Abidin karangan Imam Al-Ghazali. 

Dikisahkan Nabi Yahya as bertemu dengan iblis yang sedang membawa sesuatu barang. Kepada iblis Nabi Yahya menanyakan untuk apa barang itu? Iblis menjawab, barang itu syahwat untuk memancing anak cucu Adam.

"Adakah dalam diriku sesuatu yang dapat engkau pancing?" tanya Nabi Yahya. Jawab Iblis, "Tidak ada. Hanya pernah terjadi pada suatu malam, engkau makan agak kenyang, dan kami dapat menarikmu sehingga engkau merasa berat mengerjakan shalat."

"Kalau begitu, aku tidak akan makan terlalu kenyang lagi selama hidupku," kata Nabi Yahya. "Wow, sungguh menyesal sekali kami buka rahasia ini. Mulai saat ini, kami tidak akan menceritakan rahasia ini kepada siapapun." iblis menyambung.


Ada beberapa alasan kenapa kita tidak boleh makan terlalu kenyang karena makan berlebih :

1. Pada saat kita makan yang terlalu banyak, semua darah akan terkonsentrasi di dalam usus, hal ini akan menimbulkan kompensasi dengan berkurangnya darah ke otak sehingga akan menyebabkan mengantuk dan sulit berpikir bagi kita yang akan bekerja lagi setelah makan.

2. Makan yang terlalu kenyang, akan menyebabkan regangan pada lambung, hal ini tentunya akan memicu mual dan muntah.

3. Pada pasien dengan diabetes mellitus, makan yang terlalu kenyang akan menyebabkan tingginya kadar gula di dalam darah.

4. Pada pasien dengan dekompensasio kordis (gagal jantung), makan terlalu kenyang akan menyebabkan aliran darah balik ke jantung yang berasal dari usus akan meningkat sehingga akan memperparah derajat kesakitannya.

5. Beberapa ilmuwan percaya bahwa memberi makanan terlalu banyak kepada bayi dapat mengakibatkan banyak berkembangnya sel-sel lemak. Mereka menyatakan bahwa sel-sel ini dapat mengakibatkan pembentukan lemak secara cepat dibandingkan orang biasa, sehingga dapat terkena obesitas dikemudian hari. 

6. Makan terlalu kenyang ini menyebabkan mengerasnya pembuluh otak yang menurunkan kekuatan otak, bisa jadi LEMOT. 

7. Salah satu akibat buruk makan terlalu kenyang adalah kerusakan otak. Kerusakan otak inilah yang menyulut rangkaian gangguan kesehatan lainnya, diabetes, penyakit jantung, kegemukan, dan penyakit lainnya. Setidaknya inilah hasil dari penelitian dari beberapa peneliti Amerika yang dilaporkan oleh jurnal Cell.

Terlalu banyak makan akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya tidak aktif di otak, dan mengerahkan sel kekebalan untuk menyerang dan merusak penyerang yang tak ada di sana.

8. Makan terlalu kenyang dan banyak membuat perut mengeluarkan enzim pencernaan secara berlebihan. Akibatnya makanan tak dapat dicerna secara sempurna. Makanan yang tak tercerna dengan baik itu masuk ke usus dan mengalami fermentasi. Selanjutnya menimbulkan gas. Perut pun terasa kembung. Bisa juga menyebabkan sakit perut dan diare. 

9. Perut yang terlalu kenyang akan menekan seluruh sistem pencernaan makanan dan menghambat proses pencernaan. Makanan yang setengah dicerna akan membentuk sampah dan membusuk di dalam tubuh, dan puncaknya adalah melemahkan seluruh sistem.

10. Makan terlalu kenyang dan banyak melonjakan kadar gula darah di tubuh. Ini menyebabkan tubuh memproduksi hormon insulin secara besar-besaran. Hal ini juga menyebabkan tubuh lebih pandai menyimpan lemak daripada menggunakannya. Akibatnya tubuh membengkak. Lemak tubuh akan lebih banyak daripada protein sehingga tubuh kekurangan glukosa yang menyebabkan kencing manis. 

11. Kebiasaan makan berlebih apalagi kekenyangan saat berbuka akan menyababkan penurunan kebugaran tubuh. Sehingga malas beribadah ataupun pergi ke masjid sholat tarawih saat Ramadan. Efek lainnya, juga akan meningkatkan Respiratory Quotient (RQ) yang bisa menimbulkan sesak nafas. 

12. Kekenyangan menbuat kejenuhan Siklus Kreb (siklus asam sitrat) pada tubuh. Akibatnya, sistem metabolisme atau pembuangan kotoran pada tubuh terganggu. Dampak lanjutannya adalah tubuh lebih banyak menyimpan lemak daripada mengeluarkan energi. Otomatis, kasus kegemukan pun akan mendera. Kegemukan juga akan menyebabkan berbagai penyakit  kronis yang penanganannya tak sebentar dan perlu biaya yang banyak. 

13. Terlalu banyak makan dan minum dapat membuat badan terasa berat, lesu, sifat malas, dan perilaku iseng. Juga ingin selalu melihat hal-hal haram, yang tidak bermanfat, dan berlebihan. Akal, pikir dan pengetahuan pun menjadi sempit.

14. Dalam kitab Minhajul Abidin karangan Imam Al-Ghazali menyebutkan kebanyakan makan akan menyebabkan manusia malas dalam menjalankan ibadah. 

15. Kebanyakan makan juga akan menjerumuskan pada perbuatan syubhat dan haram. Sedangkan makanan haram dan syubhat menjadi penghalang bagi datangnya taufik dan hidayah dari Allah swt. Perut yang dipenuhi makanan yang haram dan syubhat juga akan menjadikan si pemiliknya terhalang berbuat kebaikan. Malas berkecimpung pada hal-hal yang mengandung kemaslahatan, untuk diri dan orang lain.


Pusat tertentu di dalam otak mengontrol nafsu makan, lapar, dan kenyang, kelompok perasaan yang menyebabkan kita berhenti makan ketika nafsu makan dan lapar telah terpuaskan. Pusat otak ini secara normal membuat orang makan dalam jumlah tertentu yang cukup untuk menyediakan tenaga bagi mereka. Pusat makanan mengakibatkan orang ingin makan. Pusat kenyang mengerem pusat makanan dam membuat orang berhenti makan.

Pusat makanan dan pusat kenyang adalah suatu mekanisme yang sangat rumit. Mereka dapat diganggu oleh penyebab-penyebab tertentu seperti tekanan emosi dan karakter fisik. 

Ibrahim bin Adam berkata, "Barang siapa mampu mengendalikan perutnya, maka ia mampu memelihara agamanya, dan barang siapa yang mampu menguasai rasa laparnya, maka ia mampu menguasai akhlak yang baik, sebab maksiat kepada Allah itu terhindar dari orang yang lapar dan dekat kepada orang yang kenyang"

Wallahu a'lam


Read full post »