Selasa, 14 Mei 2013

Akhirat Lebih Menjanjikan Daripada Dunia

Kehidupan akhirat lebih menjanjikan daripada kehidupan Dunia. Qo bisa? let's see...

Kehidupan dunia itu gak jelas dan kehidupan akhirat itu jelas. (gak tau kapan kita mati sedangkan di akhirat itu sudah jelas abadi)

Bisa jadi masa depan kita itu bagus, bisa juga jelek. gak ada yang tau. sedangkan masadepan kita di akhirat sudah jelas, klo mengikuti ketentuan Allah masuk surga klo melanggar ketentuan Allah masuk nearaka. Silahkan pilih, mau nurut sama perintah Allah atau sebaliknya?

Banyak orang kaya tapi gak bisa menikmati kekayaannya, malah stress dan sibuk dengan kekayaannya. Itulah dunia.

Banyak orang pintar tidak bisa menikmati kehidupannya dengan tenang dan senang. Orang pintar belum tentu hidup senang dan tenang, itulah kehidupan Dunia. contoh --> http://chirpstory.com/li/71383

Banyak orang caktik dan tampan bahkan terkenal tapi kehidupannya tidak bahagia, malah ada beberapa yang sampe bunuh diri. ex: banyak kasus bunuh diri artis2 korea.

Banyak orang yang punya kekuasaan dan jabatan, tapi kehidupannya di kelilingi banyak masalah. Bahkan ada yg mati mengenaskan. ex: Abraham Lincoln (mantan presiden amerika)

Jadi sebenernya apa sih yang kita kejar dari kehidupan dunia? Kekayaan? Jabatan? Kecantikan? Kehidupan Dunia itu penting, tp jgn jd priorotas utama. Mendingan kita jadikan aja kehidupan dunia ini sebagai persiapan untuk kehidupan akhirat. Di dunia itu kita hidup hanya sementara, dan jgn terlalu mencintai dunia. dunia itu banyak menipunya. Apa yang kita lihat dan kita anggap menyenangkan belum tentu baik buat kita dan malah bisa menjerumuskan kita. Maka hati2lah dengan kehidupan dunia. Salah satu penyakit hati yang berbahaya adalah terlalu cinta akan kehidupan dunia.

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia TIDAK akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani).

0 comments:

Posting Komentar