Rabu, 10 Juli 2013

Hinanya Kehidupan Dunia


Jika kita melihat sejarah Adam dan Hawa di turunkan ke dunia ini adalah sebagai hukuman, yang awalnya tempat Adam dan Hawa itu adalah surga. Adam dan Hawa di hukum karena beliau berdua melanggar larangan Allah ketika berada di surga. Selama di dunia Adam dan Hawa di berikan berbagai cobaan dan ujian, salah satunya adalah Adam dan Hawa di pisahkan di tempat yang berjauhan. Adam dan Hawa betapa menderitanya berada di dunia ini, karena sesungguhnya tempat mereka adalah di surga Untuk bisa kembali ke surga adam dan hawa bertobat dan memohon ampunan kepada Allah. Dapat kita lihat bahwa dunia ini pada asalnya merupakan tempat di hukumnya manusia (Adam dan Hawa). bahwa dunia ini merupakan tempat cobaan dan ujian bagi manusia.

Kehidupan di dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu, dan sering kali kita terhipnotis dengan kesenangan yang menipu itu. Jikalau kita melihat dunia ini dengan mata kepala kita maka kehidupan dunia ini sering kali terlihat begitu menyenangkan padahal apa yang kita lihat itu adalah tipuan belaka, karena kesenangan yang kita lihat itu hanyalah kesenangan yang sesaat dan karen mata kita ini kemampuannya sangat terbatas yaitu hanya bisa melihat apa yang tampak di depan mata kepala kita dan kadang itupun sering salah atau keliru dalam melihatnya.

“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz –Dzariyat: 56 )

Mari kita renungkan lagi tentang hakikat kita hidup di dunia ini, untuk apa dan mau apa kita hidup di dunia ini. Jangan sampai kita menyesal setelah kematian menjemput kita, penyesalan setelah kematian menjemput itu hanyalah kesia-sian belaka. Menyesallah sekarang atas segala kedzoliman kita dan bertaubat lah, mohon ampunlah  kepada Allah SWT, karena sesungguhnya Allah maha pengampun.

Pada suatu hari Rasululloh Saw lewat di pasar melalui bahagian atas. Orang banyak mengikuti beliau di kiri dan di kanan. Beliau bertemu dengan bangkai seekor anak kambing yang kecil kedua telinganya (cacat) Lalu dihampiri dan diambilnya anak kambing pada telinganya. Kata beliau, "Siapakah diantara kamu yang suka membeli ini dengan satu dirham?" Jawab mereka, "Kami tidak suka sedikitpun jua. Untuk apa bagi kami". Tanya beliau, "Sukakah kamu diberi dengan cuma-cuma?" Jawab mereka, "Sekalipun dia hidup kami tidak akan mau, karena anak kambing itu bercacat. Kedua telinganya kecil. Apalagi dia sudah menjadi bangkai". Sabda Rasululloh Saw., "Demi Alloh, sesungguhnya dunia lebih hina disisi Alloh Ta’ala dari pada anggapanmu terhadap bangkai ini". (Muslim 4:386)

Teman-teman kehidupan di dunia ini sangatlah hina, jangan sampai kita terhipnotis dengan kehidupan dunia, jangan sampai kita terlena oleh kehidupan yang hina ini. Harta, wanita, jabatan, dan anak semua itu adalah cobaan untuk kita, itu adalah amanah dari Allah untuk kita.

Allah berfirman dalam surat Al-Hadid ayat 20:
“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah aku tinggalkan sesudahku suatu fitnah/cobaan yang lebih membahayakan bagi kaum pria daripada fitnah kaum wanita.” (HR. Muslim [2740])

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya kalian akan berambisi merebut jabatan dan nanti pada hari kiamat jabatan-jabatan itu akan menjadi penyesalan.” (HR. Bukhari)

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.
(Salman al Farisi)

Itulah kehidupan dunia. Harta, wanita, jabatan, dan anak akan terlihat menyenagkan bahkan sering melenakan kita, sehingga sering kali kita jadi lupa terhadap kehidupan akhirat. Padahal di balik itu semua kehidupan dunia amatlah hina di sisi Allah dan kehidupan akhirat jauh lebih mulai di sisi Allah.

Setelah kita tahu beberapa Hadits dan ayat Al-quran yang telah mengabarkan tentang kehinaannya kehidupan dunia, masihkan kita tertarik untuk meraihnya? masihkan kita tertarik untuk mendapatkannya? masihkan kesenangan dan tujuan kita ini kepada kehidupan dunia? masihkan kita menjadikan dunia ini sebagai tujuan atas kerja keras kita?

Teman-teman marilah kita jadikan kehidupan dunia yang sangat singkat ini untuk mengumpulkan bekal kita nanti di akhirat. Karena kehidupan yang sesungguhnya adalah nanti di akhirat. Kematian bukanlah kehancuran , namun perpindahan ke kehidupan yang lebih sempurna dan lebih baik. Ketika kita mati kita tidak akan membawa apa-apa kecuali amal perbuatan(baik dan buruk) kita selama di dunia. Harta yang melimpah tidak akan sedikitpun kita bawa. Rumah megah, tabungan yang banyak, perusahaan, jabatan, dan kendaraan semuanya akan kita tinggalkan. Semua hasil usaha dan kerja keras kita yang bersifat keduniawian akan kita tinggalkan, akan tetapi semua hasil usaha dan kerja keras itu bisa kita bawa jika kita menggunakannya untuk keperluan di jalan Allah(berupa pahala). Misalkan sebagian uang atau tabungan yang kita punya itu hendaknya kita sodaqohkan atau kita infakkan, toh kalaupun kita cuma menimbunnya uang itu tidak akan bermanfaat. Siapa tau satu jam lagi kita akan meninggal dan uang yang di timbun itu tidak akan bisa menyelamatkan kita. Kehidupan di dunia ini cukuplah makanan, pakaian, dan tempat tinggal, yang lainnya hanyalah keinginan dan nafsu belaka. Yang terpenting kita di dunia ini adalah untuk mempersiapkan kehidupan kita di akhirat.

Oleh karena itu, yuk kita sama-sama untuk memperbanyak amal ibadah kita. Dan bulan ramadhan yang sedang kita jalani ini adalah kesempatan emas yang bisa kita manfaatkan untuk memperbanyak amalan ibadah, karena di bulan ramadhan ini amal ibadah yang kita lakukan akan di lipat gandakan. Yuk kita shalat tepat waktu, yuk kita melaksanakan shalat-shalat sunah, yuk kita perbanyak mengaji Al-quran,  yuk kita perbanyak berzikir kepada Allah, yuk kita perbanyak shadaqah/infak, yuk kita bantu orang yang membutuhkan.
Gwangju, 10 July 2013

0 comments:

Posting Komentar