Sabtu, 22 November 2014

Dahsyatnya Do'a

Assalamu'alaikum.

Pada kesempatan kali ini saya mau share betapa dahsyatnya sebuah do'a. Maka sudahlah tentu benar dengan istilah do'a adalah senjatanya orang muslim, karena do'a itu pasti akan di kabulkan oleh Allah SWT, hanya saja syarat, cara dan waktu pengabulannya saja yang perlu kita pahami. Allah punya cara tersendiri dalam mengabulkan do'a hamba-hambanya.

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Ghafir: 60)

Sebenarnya saya ingin ngesahre banyak cerita tentang dahsyatnya do'a, tapi pada kesempatan kali ini saya hanya ingin ngeshare beberapa kejadian terakhir saya mengenai dahsyatnya do'a.

Kisah pertama yang ingin saya ceritakan dahulu kala saya ketika kuliah S1 saya ingin lulus kuliah tepat waktu dan ingin sudah kerja sebelum wisuda. Dan alhamdulillah hal tersebut Allah kabulkan dengan cara yang tidak disangka-sangka. Saya dapet info kerjaan tersebut dari facebook yang sebenarnya saya juga gak terlalu menanggapi dengan serius info pekerjaan tersebut, saya hanya mengirimkan aplikasi lewat e-mail ke alamat e-mail yang tertera di pengumuman lowongan pekerjaan tersebut. Karena saya setelah lulus S2 ada rencana mau kuliah di UGM jadi saya berharap mendapatkan pekerjaan yang bisa di sambi sambil kuliah juga, dan alhamdulillah pekerjaan yang saya dapatkan ini sangat sesuai malah mendukung untuk saya kerja sambil kuliah. Karena saya bekerja di salah satu unit usaha UGM yang namanya sekarang FasnetGama UGM dan saya juga di minta jadi assisten pribadi salah satu dosen UGM yang juga beliau sebagai direktur FasnetUGM. jadi lokasi saya kerja di komplek kampus UGM dan gaji yang saya terima juga cukup lumayan untuk biaya sehari-hari, dan dari situ juga saya mendapatkan banyak link dengan orang-orang yang luar biasa. Waktu itu saya mulai kerja sekitar bulan september atau oktober dan saya wisuda bulan desember. Alhamdulillah Allah sudah mengabulkan do'a saya yang satu ini.

Kisah kedua adalah semenjak saya sekolah di Madrasah Aliyah saya bercita-cita ingin sekali sekolah/kuliah ke luar negeri. Perah nyoba ikut AFS waktu itu tapi gak lolos, pernah juga ikut program IETF pas lagi kuliah semester 5 tapi gak lolos juga karena nilai TOEFL saya yang sangat minim. Saya sering ikut kursus bahasa inggris tapi kemampuan bahasa inggris saya tetep saja minim. Sampe lulus S1 pun kemampuan bahasa inggris saya masih minim, sehingga untuk bisa lanjut kuliah ke luar negeripun menjadi hal yang mustahil. Selain nilai TOEFL saya yang sangat minim, kemampuan bahasa inggris saya pun bisa di katakan selevel anak SMP. Meskipun untuk bisa kuliah ke luar negeri itu hal yang mustahil buat saya tapi saya tetap berkeinginan dan saya selalu meminta sama Allah SWT semenjak duduk di bangku SMA untuk bisa bersekolah ke luar negeri. Untuk mewujudkan hal itu agenda saya tiap hari di sela-sela kerja cuma buka-buka lowongan beasiswa ke luar negeri dan kemudian saya close karena persyaratan yang tidak mungkin bisa saya penuhi terutama persyaratan skor TOEFL. Jadi dengan kata lain saya cuma cari-cari info beasiswa dan setelah dapet cuma di lihat dan di close begitu saja. Akhirnya sayapun hanya daftar S2 ke UGM dan sayapun ikut test dan lolos, hanya saja test skor bahasa inggrisnya yang tidak lolos dan itu bisa nyusul sambil kuliah berjalan. Akhirnya FIX waktu itu kuliah di UGM hanya saja tinggal bayar dan nunggu waktu masuk. Di sela-sela penantian tersebut saya dapet informasi beasiswa ke Korea dari teman saya. Pada waktu itu saya menanggapinya biasa saja tanpa berharap lolos karena itu tadi persyaratan yang tidak bisa saya penuhi, selain skor bahasa inggris saya yang kecil IPK saya pun tidak memenuhi untuk apply beasiswa ke Korea tersebut. Buat Allah tidak ada hal yang mustahil, dan alhamdulillah secara sangat tidak di sangka-sangka saya lolos untuk kuliah ke Korea dengan beasiswa FULL(Klik sini untuk cerita lengkapnya). Alhamdulillah akhirnya do'a yang bertahun-tahun ini saya panjatkan akhirnya di kabulkan juga di waktu dan cara yang sudah Allah atur. Ketika saya informasikan kabar gembira ini ke orang tua mereka pun tidak percaya, karena mereka tau betul kemampuan saya seperti apa. Ketika teman-teman saya tau pun mereka kaget tidak percaya, qo bisa? gmn ceritanya? Begitulah cara Allah mengabulkan do'a hambanya, banyak hal yang tidak pernah kita duga. Sebenarnya saya juga ingin cerita bagaimana saya bisa lulus S2 tepat waktu di korea padahal kemampuan bahasa dan ilmu saya jauh dari kompetensi, tapi alhamdulillah berka kehendak Allah saya bisa lulus juga. Mungkin cerita lengkapnya akan saya ceritakan suatu saat nanti.

Cerita terakhir yang ingin saya share adalah kejadian yang baru saja terwujud beberapa minggu lalu, yaitu mengenai rencana saya ketika sudah pulang ke Indonesia. Saya berharap ketika sudah selesai kuliah dari Korea saya ingin kerja jadi Dosen di Indonesia dan selain itu juga ketika sudah pulang ke Indonesia saya ingin belajar agama lebih dalam lagi dan saya berencana ingin sekolah agama atau sejenis mesantren lagi. Tapi keinginan saya untuk mesantren ini tidak di setujui sama orang tua karena orang tua menyarankan saya untuk fokus cari kerja dulu aja dengan alasan ini dan itu. Selain berusaha, untuk menggapai harapan saya tersebut saya juga terus-terusan berdo'a jikalau harapan saya itu baik saya mohon untuk di kabulkan. Alhamdulillah, Allah mengabulkan do'a saya, bahkan dua-duanya sekaligus. Bulan Oktober kemarin saya di terima kerja menjadi Dosen di Universitas Darussalam Gontor. Kampus ini milik yayasan Gontor. Kenapa saya bilang Allah mengabulkan do'a saya dua-duanya sekaligus? Karena selain dapet kerja jadi Dosen di Gontor saya juga bisa sekalian belajar agama langsung di lingkungan pesantren. Setiap Dosen di haruskan tinggal di komplek Gontor jadi Alhamdulillah bisa hidup di lingkungan yang bagus serta bisa tanya-tanya atau belajar agama lebih lanjut lagi disini. Dan harapan saya untuk belajar bahasa arab InsyaAllah bisa saya wujudkan disini. 


Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas semua keridhoan yang telah Kau berikan kepada hamba. Rasanya hamba sangat malu sekali ketika hamba tidak bersyukur kepadaMu ya Allah, Engkau telah kabulkan banyak do'a-do'a hamba meskipun hamba sering kali lalai dalam beribadah kepadamu ya Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Terakhir, pesan dari saya bedo'alah kepada Allah SWT karena do'amu pasti akan di kabulkan. Bahkan do'a dari setan pun Allah kabulkan, sebagaimana di kisahkan dalah Al-Quran di surat Al-'Araf ayat 13-15:


Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".[13]
Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".[14]
Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."[15]


Sebagai penutup ada kisah nyata, terjadi di Pakistan. Seorang Dr Ahli Bedah terkenal bernama Dr. Ishan tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.

Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tibs diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.

Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: “Saya ini dokter spesial, tiap menit nyawa manusia bergantung pada saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam?”

Pegawai menjawab: “Wahai dokter, jika Anda terburu-buru Anda bisa menyewa mobil, tujuan Anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.”

Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.

Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya. Terdengar suara seorang wanita tua: “Silahkan masuk, siapa ya?”

Terbukalah pintunya.

Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam teleponnya. Ibu itu tersenyum dan berkata: “Telepon apa Nak? Apa Anda tidak sadar ada dimana? Di sini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan untuk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan Anda.”

Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak di atas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do’a yang panjang.

Dokter mendatanginya dan berkata: “Demi Allah, Anda telah membuat saya kagum dengan keramahan Anda dan kemuliaan akhlak Anda, semoga Allah menjawab do’a-do’a Anda.”

Berkata ibu itu: “Nak, Anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do’a-do’a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.”

Bertanya Dr. Ishan: “Apa itu do’anya?”

Ibu itu berkata: “Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada di sini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo’a kepada Allah agar memudahkannya.”

Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak: “Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do’a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu-min dengan do’a.
Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.”
ALLAHUAKBAR. Jangan pernah berhenti berdo’a sampai Allah menjawabnya.


Gontor, 22-11-2014







0 comments:

Posting Komentar