Senin, 11 Februari 2013

Bersabar Menghadapi Cobaan

(Suara Memanggil di Lembah Nakhlah)
       
       Rasulullah yang ma’shum di usir dari Makkah yang merupakan   tempat keluarganya, anak-anaknya, dan negerinya. beliau diusir dan diasingkan. Kemudian, beliau mencari perlindungan ke Thaif, yang justru disambut dengan dusta dan penolakan yang keji. Batu-batu, siksaan, caci-maki, dan umpatan, semuanya dilemparkan ke arahnya.

       Kedua matanya deras mengalir air mata, kedua kakinya mengalirkan darah, dan hatinya perih karena musibah. Kemana harus berlindung? kepada siapa harus minta pertolongan? kepada siapa harus mengadu? kepada siapa harus menghadap? hanya satu: Kepada Allah Yang Maha Kuat, Maha Kuasa, Maha Tinggi, dan Maha Menolong.

       Segera Rosulullah menghadap kiblat, mengadu kepada Rabb-nya, dan bersyukur kepada-Nya. dari mulutnya terucap kalimat-kalimat pengaduan, munajat yang penuh kejujuran, dan permohonan yang keluar dari dalam jiwa yang terdalam. Dia berdoa sambil menangis, dan mengadu karena dizalimi dan disakiti.

        Dengarkanlah bagaimana rasulullah memohon kepada Rabb-Nya di Nakhlan:
Ya Allah, kepada-Mu kuadukan lemahnya kekuatanku, kekurangan siasatku, dan ketidakberdayaanku menghadapi manusia. Wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih, Rabb orang-orang yang lemah. Engkau Rabb-ku. Kepada siapa hendak Kau serahkan diriku? Kepada saudaraku yang bermuka masam padaku? atau kepada musuh yang Kau kuasakan urusanku padanya? Jika Engkau tidak marah kepadaku, maka aku tak peduli (apapun sikap orang kepadaku). Hanya saja ampunan-Mu lebih luar bagi diriku. Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari  semua kegelapan, sehingga dengannya menjadi baik urusan dunia dan akhirat, dari kemarahan-Mu kepadaku atau tidak terima-Mu atas diriku. Milik-Mulah keridhaan hingga Kamu ridha. Tidak ada daya dan upaya selain denganMu
Source: La-Tahzan
       Seperti itulah perjuangan menghadapi cobaan orang yang paling mulia dan di jamin masuk surge oleh Allah.  Mudah-mudahan kita sebagai pengikutnya bisa mencontoh sifat sabar dalam menghadapi cobaan yang di contohkan oleh Nabi kita. Seberat atau seringan apapun cobaan, mintalah pertolongan kepada Allah SWT dan yakin bahwa Allah SWT akan memberikan pertolongannya bagi siapapun hambaNya yang memohon kepadaNya.

0 comments:

Posting Komentar