Minggu, 31 Mei 2015

Perbanyak Istigfar


Inilah kebaikan istighfar, apalagi yang menghalangi untuk memperbanyaknya?

Allah telah menyebutkan dalam Al-Qur'an tentang kebaikan istighfar, untuk memotivasi hamba-hambanya yang beriman agar tidak putus asa dari dosa dan kesalahan ketika terjerumus kemaksiyatan.
Dizaman penuh dengan kejahiliyahan dan terbukanya pintu-pintu kemaksiyatan, yang serba tidak menentu arah kehidupan karena bergelimang dengan kemewahan dan tipuan dunia, ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, untuk lebih membuat kita semangat melakukan kebaikan dan memperbaiki diri nenyongsong masa depan.
Allah berfirman,
إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri." (Al-Baqarah: 222).

Imam Qatadah berkata,"Al-Qur'an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar." (Ihya'Ulumiddin: 1/410). 

Allah berfirman, "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(Ali’Imran: 135-136).
Allah berfirman,
وما كان الله ليعذبهم وأنت فيهم وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(Al-Anfal: 33).
Allah berfirman,"Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo'a:"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,"(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta'at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur
."(Ali'Imran: 15-17).
Allah mengisahkan nasehat Nabi Nuh عليه السﻻم kepada kaumnya,
عليه السلام, فقلت استغفروا ربكم إنه كان غفارا. يرسل السماء عليكم مدرارا. ويمددكم بأموال وبنين ويجعل لكم جنات ويجعل لكم أنهارا
”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh: 10-12).
Allah mengisahkan nasehat Nabi Hud عليه السلام kepada kaumnya,
ويا قوم استغفروا ربكم ثم توبوا إليه يرسل السماء عليكم مدرارا ويزدكم قوة إلى قوتكم ولا تتولوا مجرمين.
”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(Hud: 52).
Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(An-Nur: 31).
Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Al-Furqan: 70). 

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menghilangkan kalian dari muka bumi dan Allah akan mendatangkan suatu kaum lain yang berbuat dosa, lalu beristighfar (memohon ampun) kepada Allah Ta’ala. Dan Allah mengampuni mereka”. (HR. Muslim) 

Aisyah رضي الله عنها berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).

Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ii berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’. (Fathul Bari: 11/98).

Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah-:
«والاستغفار مِنْ أكبر الحسنات، وبابه واسع؛ فمَن أحسَّ بتقصير في قوله، أو عمله، أو حاله، أو رزقه، أو تقلب قلب؛ فعليه بالتوحيد، والاستغفار؛ ففيهما الشفاء إذا كانا بصدق وإخلاص».
"Dan istighfar adalah merupakan sebesar-besar kebaikan, dan pintunya sangatlah luas, maka barangsiapa yang merasa memiliki kekurangan pada ucapannya, atau amalannya, atau keadaannya, atau rezekinya atau berbaliknya hati maka wajib atasnya bertauhid dan beristighfar, karena pada keduanya ada penawar jika disertai kejujuran serta keikhlasan".

Berikut beberapa keutamaan Istigfar:
  1. Diampuni dosanya. Seperti firman Allah dalam QS Al Muzzammil [73]: 20, "Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Sebab, setiap dosa meninggalkan noda hitam pada hati dan noda hitam itu bisa lenyap dengan istighfar.
  2. Menjadi penyebab turunnya hujan yang menghilangkan kekeringan dan menyebabkan kesuburan tanah.
  3. Dilapangkan rezeki dan harta sehingga hidupnya makmur dan sejahtera.
  4. Diberi kemudahan mendapatkan anak dan keturunan. Tiga keutamaan terakhir ditegaskan Allah dalam ayat di atas, "Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai."
  5. Ditambah kekuatannya. Firman Allah, "Dan (dia berkata): 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa,'" (QS Hud [11]: 52).
  6. Dimudahkan segala urusannya. Sabda Rasulullah, "Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka," (HR Abu Daud no. 1520 dan Ibnu Majah no. 3951, dan di-dha'if-kan oleh Albani).
  7. Diberi kenikmatan yang baik terus-menerus. Allah berfirman, "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat," (QS Hud [11]: 3).
  8. Menolak bala dan bencana. Firman-Nya, "Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun," (QS Al Anfaal [8]: 33).
  9. Penyebab turunnya rahmat Allah. Allah berfirman, "Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat," (QS An Naml [27]: 46).
  10. Dihapus kejelekannya dan diangkat derajatnya. Allah berfirman, "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," (QS An-Nisa' [4]: 110).
Gontor, 31 Mei 2015

0 comments:

Posting Komentar