Pasti kita semua sebagai umat muslim sudah hapal doa berbuka puasa, biasanya di TV, radio,
maupun di masjid-masjid dibacakan bahwa doa berbuka puasa adalah sebagai
berikut: "Allaahumma laka sumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika
afthortu..."
”Ya Allah,
untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa ini merupakan
bagian dari hadits dengan redaksi lengkap sebagai berikut:
“Dari Mu’adz bin Zuhrah,
sesungguhnya telah sampai riwayat kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau membaca (doa), ‘Allahumma
laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu-ed’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan
rezeki-Mu aku berbuka).”
(Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud, Kitab ash-Shaum, Bab al-Qaul ‘inda
al-Ifthar, hadits no. 2358)
Hadits tersebut
diriwayatkan oleh Abu Daud, dan dinilai dhaif oleh Syekh al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi
Daud.
Penulis kitab Tahdzirul Khalan min
Riwayatil Hadits hawla Ramadhan menuturkan, “(Hadits ini)
diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya (2/316, no. 358).
Abu Daud berkata,
‘Musaddad telah menyebutkan kepada kami, Hasyim telah menyebutkan kepada kami
dari Hushain, dari Mu’adz bin Zuhrah, bahwasanya dia menyampaikan,
‘Sesungguhnya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau
mengucapkan, ‘Allahumma
laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.’”(Tahdzirul Khalan min Riwayatil
Hadits hawla Ramadhan, hlm. 74-75)
Nah, ternyata ada
sebuah hadits yang mungkin kurang termahsyur, tapi derajat haditsnya shahih
Sob, mengenai doa berbuka puasa. Itupun doanya sebaiknya dibaca setelah minum
air yaa, jadi baca bismillah, pegang gelas minum dengan tangan kanan, dan
minumlah terlebih dulu, baru kemudian membaca doa yang diriwayatkan dari
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam berikut ini:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ
إِنْ شَاءَاللهُ
“Dzahabazh
zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.”
Artinya: Telah
hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang
ditetapkan, jika Allah menghendaki
(Hadits shahih, Riwayat Abu
Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678)

0 comments:
Posting Komentar