Bismillahirrahmaanirrahiim.
Jadi ceritanya kemarin sore saya beli buku yang judulnya "Isyaratun Nisaa minal alif ilal yaa" karyanya Abu Hafsh Usamah bin 'Abdir Razaaq yang di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul Panduan Lengkap Nikah dari "A" sampai "Z". Nah di dalamnya di bab V ada pembahasan tentang memilih istri dan berbagai kriterianya, dan pada kesempatan ini saya mau share point2nya saja isi bab V tersebut, mudah2an bermanfaat.
Memilih istri dan berbagai kriterianya, antara lain:
Pertama: Menta'ati agama dan sangat mencintainya.
"Wanita dinikahi karena empat perkara: Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang ta'at beragama, niscaya engkau beruntung" HR. Al-Bukhari (no. 5090) kitab an-Nikah.
Dari 'Abdullah bin ;Amr secara marfu', ia mengatakan: "Janganlah menikahi wanita karean kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannua itu akan memburukannya; dan jangan menikahi wanita karena hartanya, bisa jadi hartanya membuatnya melampaui batas. Tetapi nikahilah wanita atas perkara agamanya. Sungguh haba sahaya wanita yang sebagian hidungnya terpotong lagi berkulit hitam tapi ta'at beragama adalah lebih baik" HR. Ibnu Majah (No. 1859) kitab an-Nikah.
Kedua: Tidak mengenal kata-kata yang tercela.
Ditanyakan kepada Ummul Mukminin 'Aisyah r.a.: "Siapakah wanita yang paling utama?" Ia menjawab: "Yaitu wanita yang tidak mengenal kata-kata yang tercela dan tidak berfikir untuk menipu suami, serta hatinya kosong kecuali berhiasa untuk suaminya dan untuk tetap memelihara keluarganya"
Ketiga: Bersabar dan tidak bersedih.
"Bukan termasuk golongaku orang yang menampar pipi dan merobek saku baju serta berseru dengan seruan Jahiliyyah (ketika mendapat musibah)" HR. Al-Bukhari (no. 1298) kitab al-Janaa-iz.
Serua Jahiliyyah sebagaimana kata al-Qadhi: "Ialah meratapi mayit dengan mengutuk."
Keempat: Dia tidak meremehkan dosa.
Ahmad meriwayatkan dari Suhail bin Sa'ad, ia mengatakan: "Rasulullah SAW bersabda kepadaku: 'Janganlah kalian meremehkan dosa-dosa kecil, seperti kaum yang berada di perut lembah lalu masing-masing orang membawa sepotong kayu sehingga dapat menanak roti mereka. Sesungguhnya bila dosa-dosa kecil itu pelakunya dihukum, maka dosa-dosa tersebut akan mencelakakannya'" HR. Ahmad (no. 22302)
Kelima: Berakhlak mulia.
Inilah wanita yang senantiasa mempergauli suaminya dengan akhlak mulianya.
Keenam: Tidak menceritakan tentang wanita lainnya kepada suaminya.
Nabi SAW bersabda:"Janganlah wanita bergaul dengan wanita lainnya lalu menceritakannya kepada suaminya, seolah-olah suaminya melihatnya" HR. Al-Bukhari (no. 5240) kitab an-Nikah.
Ketujuh: Ia tidak memakai parfum ketika keluar dari rumahnya dan memelihara hijabnya.
Nabi SAW bersabda: "Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melintas di hadapan orang-orang agar mereka mencium aromanya, maka dia adalah penzina." HR. at-Tirmidzi (no.2786) kitab al-Adab.
Kedelapan: Tidak melihat aurat wanita lainnya.
Dalam sebuah riwayat: "Tidak boleh seorang pria melihat aurat pria lainnya, dan tidak boleh seorang wanita melihat aurat wanitta lainnya" HR. Muslim (no. 338) kitab al-Haidh.
Kesembilan: Menta'ati suaminya.
Nabi SAW bersabda: "Maukah aku kabarkan tentang kaum wanita kalian yang berada di Surga?" Kami menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah" Beliau bersabda: "Wanita yang pengasih dan subur (banyak anak) -yakni sayang kepada suaminya dan menta'atinya serta banyak melahirkan anak-. Jika suaminya marah atau dibuat kesal olehnya, maka ia mengatakan: 'Ini tanganku di tanganmu, aku tidak akan tidur sampai engkau ridha'" HR. Malik (XIX/140).
Kesepuluh: Istri yang beriman tidak meminta cerai kepada suaminya.
Nabi SAW bersabda: "Wanita mana saja yang meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan, maka dia diharamkan mendapatkan aroma Surga" HR. at-Tirmidzi (no. 1187) kitab at-Thalaaq.
Kesebelas: Ia tidak melepas pakaiannya di selain rumahnya, dan Ia senantiasa memelihara hijabnya di luar rumah dan di depan orang-orang asing.
Dari 'Aisyah r.a., dari Nabi SAW bersabda: "Wanita manapun yang menanggalkan pakaiannya du selain rumah suaminya, maka dia telah menyingkap tabir antara dirinya dengan Allah SWT" HR. at-Tirmidzi (no. 2803) kitab al-Adab.
Keduabelas: Membantu suaminya untuk menta'ati Allah.
Nabi SAW bersabda: "Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam untuk mengerjakan shalat lalu membangunkan istrinya sehingga dia shalat. Jika istrinya menolak, maka ia memercika air kewajahnya. Semoga Allah merahmati pula wanita yang bangun malam untuk mengerjakan shalat lalu membangunkan suaminya sehingga dia shalat. Jika suaminya menolak, maka ia memercika air kewajahnya." HR. an-Nasa-i (no. 1610)
Ketigabelas: Suka bersedekah untuk kebajikan.
Di antara sifatnya ialah ridha dengan yang sedikit, tidak mengeluh dan suka berderma, sebagaimana yang di jelaskan dalam bab "Hak Suami".
Demikian point-point mengenai isi bab V ini, untuk lebih lengkapnya bisa di baca langsung dari bukunya.
Yogyakarta, 19-09-2014