Selasa, 30 Juni 2015

Tidak Usah Khawatir dengan Rizki

0 comments

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَوْفِي رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ خُذُوْا مَا حَلَّ وَدَعُوْا مَا حَرُمَ.
"Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam mencari nafkah. Karena sesungguhnya seseorang tidak akan mati hingga sempurna rizkinya. Meskipun (rizki itu) bergerak lamban. Maka, bertakwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam mencari nafkah, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram".

Rizki akan mengejar manusia, seperti maut yang mengejarnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:

إِنَّ الرِّزْقَ لَيَطْلُبُ الْعَبْدَ كَمَا يَطْلُبُهُ أَجَلُهُ.


"Sesungguhnya rizki akan mengejar seorang hamba seperti ajal mengejarnya".

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)".[Hud/11:6].

"Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rizkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rizki kepadanya juga kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". [al Ankabut/29:60].

Garut, 30 Juni 2015
Read full post »

Senin, 08 Juni 2015

Doa Berbuka Puasa dari Hadits Shahih

0 comments

Pasti kita semua sebagai umat muslim sudah hapal doa berbuka puasa, biasanya di TV, radio, maupun di masjid-masjid dibacakan bahwa doa berbuka puasa adalah sebagai berikut: "Allaahumma laka sumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthortu..."
”Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa ini merupakan bagian dari hadits dengan redaksi lengkap sebagai berikut:
  “Dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya telah sampai riwayat kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau membaca (doa), ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu-ed’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka).”
(Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud, Kitab ash-Shaum, Bab al-Qaul ‘inda al-Ifthar, hadits no. 2358)
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud, dan dinilai dhaif oleh Syekh al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud.
Penulis kitab Tahdzirul Khalan min Riwayatil Hadits hawla Ramadhan menuturkan, “(Hadits ini) diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya (2/316, no. 358). 
Abu Daud berkata, ‘Musaddad telah menyebutkan kepada kami, Hasyim telah menyebutkan kepada kami dari Hushain, dari Mu’adz bin Zuhrah, bahwasanya dia menyampaikan, ‘Sesungguhnya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau mengucapkan, ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.’”(Tahdzirul Khalan min Riwayatil Hadits hawla Ramadhan, hlm. 74-75)
Nah, ternyata ada sebuah hadits yang mungkin kurang termahsyur, tapi derajat haditsnya shahih Sob, mengenai doa berbuka puasa. Itupun doanya sebaiknya dibaca setelah minum air yaa, jadi baca bismillah, pegang gelas minum dengan tangan kanan, dan minumlah terlebih dulu, baru kemudian membaca doa yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
 “Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.” 
Artinya: Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki 
(Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678)

Read full post »

Minggu, 31 Mei 2015

Perbanyak Istigfar

0 comments

Inilah kebaikan istighfar, apalagi yang menghalangi untuk memperbanyaknya?

Allah telah menyebutkan dalam Al-Qur'an tentang kebaikan istighfar, untuk memotivasi hamba-hambanya yang beriman agar tidak putus asa dari dosa dan kesalahan ketika terjerumus kemaksiyatan.
Dizaman penuh dengan kejahiliyahan dan terbukanya pintu-pintu kemaksiyatan, yang serba tidak menentu arah kehidupan karena bergelimang dengan kemewahan dan tipuan dunia, ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, untuk lebih membuat kita semangat melakukan kebaikan dan memperbaiki diri nenyongsong masa depan.
Allah berfirman,
إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri." (Al-Baqarah: 222).

Imam Qatadah berkata,"Al-Qur'an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar." (Ihya'Ulumiddin: 1/410). 

Allah berfirman, "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(Ali’Imran: 135-136).
Allah berfirman,
وما كان الله ليعذبهم وأنت فيهم وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(Al-Anfal: 33).
Allah berfirman,"Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo'a:"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,"(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta'at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur
."(Ali'Imran: 15-17).
Allah mengisahkan nasehat Nabi Nuh عليه السﻻم kepada kaumnya,
عليه السلام, فقلت استغفروا ربكم إنه كان غفارا. يرسل السماء عليكم مدرارا. ويمددكم بأموال وبنين ويجعل لكم جنات ويجعل لكم أنهارا
”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh: 10-12).
Allah mengisahkan nasehat Nabi Hud عليه السلام kepada kaumnya,
ويا قوم استغفروا ربكم ثم توبوا إليه يرسل السماء عليكم مدرارا ويزدكم قوة إلى قوتكم ولا تتولوا مجرمين.
”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(Hud: 52).
Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(An-Nur: 31).
Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Al-Furqan: 70). 

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menghilangkan kalian dari muka bumi dan Allah akan mendatangkan suatu kaum lain yang berbuat dosa, lalu beristighfar (memohon ampun) kepada Allah Ta’ala. Dan Allah mengampuni mereka”. (HR. Muslim) 

Aisyah رضي الله عنها berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).

Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ii berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’. (Fathul Bari: 11/98).

Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah-:
«والاستغفار مِنْ أكبر الحسنات، وبابه واسع؛ فمَن أحسَّ بتقصير في قوله، أو عمله، أو حاله، أو رزقه، أو تقلب قلب؛ فعليه بالتوحيد، والاستغفار؛ ففيهما الشفاء إذا كانا بصدق وإخلاص».
"Dan istighfar adalah merupakan sebesar-besar kebaikan, dan pintunya sangatlah luas, maka barangsiapa yang merasa memiliki kekurangan pada ucapannya, atau amalannya, atau keadaannya, atau rezekinya atau berbaliknya hati maka wajib atasnya bertauhid dan beristighfar, karena pada keduanya ada penawar jika disertai kejujuran serta keikhlasan".

Berikut beberapa keutamaan Istigfar:
  1. Diampuni dosanya. Seperti firman Allah dalam QS Al Muzzammil [73]: 20, "Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Sebab, setiap dosa meninggalkan noda hitam pada hati dan noda hitam itu bisa lenyap dengan istighfar.
  2. Menjadi penyebab turunnya hujan yang menghilangkan kekeringan dan menyebabkan kesuburan tanah.
  3. Dilapangkan rezeki dan harta sehingga hidupnya makmur dan sejahtera.
  4. Diberi kemudahan mendapatkan anak dan keturunan. Tiga keutamaan terakhir ditegaskan Allah dalam ayat di atas, "Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai."
  5. Ditambah kekuatannya. Firman Allah, "Dan (dia berkata): 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa,'" (QS Hud [11]: 52).
  6. Dimudahkan segala urusannya. Sabda Rasulullah, "Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka," (HR Abu Daud no. 1520 dan Ibnu Majah no. 3951, dan di-dha'if-kan oleh Albani).
  7. Diberi kenikmatan yang baik terus-menerus. Allah berfirman, "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat," (QS Hud [11]: 3).
  8. Menolak bala dan bencana. Firman-Nya, "Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun," (QS Al Anfaal [8]: 33).
  9. Penyebab turunnya rahmat Allah. Allah berfirman, "Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat," (QS An Naml [27]: 46).
  10. Dihapus kejelekannya dan diangkat derajatnya. Allah berfirman, "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," (QS An-Nisa' [4]: 110).
Gontor, 31 Mei 2015

Read full post »

Kamis, 28 Mei 2015

Apa rahsia zuhudmu di dunia ini?

0 comments


Hasan Al Basri ditanya: Apa rahsia zuhudmu di dunia ini?

Beliau menjawab:
Aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang lain, kerana itu hatiku selalu tenang.
Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, kerana itulah aku sibuk beramal soleh.
Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu memerhatiku, kerana itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.
Dan Aku tahu kematian itu sudah menungguku, kerana itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH.


Gontor, 28 Mei 2015
Read full post »

Selasa, 19 Mei 2015

Menjaga Pandangan

0 comments

“Semakin engkau meninggalkan keledzatan perkara-perkara yang haram, maka Allah akan menjadikanmu semakin menikmati perkara-perkara yang halal. Dan semakin engkau menikmati perkara-perkara yang haram maka semakin engkau akan kehilangan nikmat yang halal” (Ust Maududi Abdullah, Lc)
Semakin engkau mengumbar pandanganmu maka semakin pudarlah kecantikan dan keelokan istrimu di matamu, dan semakin engkau menjaga pandanganmu maka semakin cantik paras istrimu di matamu…
Diantara doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
اللّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
“Yaa Allah cukupkanlah diriku dengan perkara-perkara yang halal dari (membutuhkan) perkara-perkara yang haram, dan cukupkanlah diriku dengan karuniaMu dari selainMu”
Sungguh merupakan bentuk kufur nikmat tatkala Allah telah memberikan kenikmatan yang halal baginya lantas ia mencari-cari kenikmatan yang diharamkan oleh Allah.
Nb: lafazh latin do’a diatas :
“ALLAHUMMAK FINII BI HALAALIKA ‘AN HAROOMIKA, WA AGHNI-NII BI FADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK”

Oleh Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى


Tambahan cerita copas dari postingan temen di fb:
RAHASIA‬ AGAR ISTRIMU TETAP CANTIK.
Pemuda : Kyai saya mau minta saran, ini tentang istri saya.
Kyai : Iya, apa itu?
Pemuda : Dahulu sebelum menikah, calon istri saya adalah wanita yg paling cantik diseluruh dunia.
setelah saya meminangnya, saya lihat banyak wanita yg cantik spt istri saya.
setelah saya menikahinya, wanita2 lain terlihat lebih cantik drpd istri saya.
setelah lama menikah, rasanya semua wanita terlihat cantik selain istri saya.
Kyai : Maukah engkau ku beritahu hal yg lebih dahsyat lagi?
" Walaupun kau telah menikahi seluruh wanita di dunia ini, niscaya lambat laun anjingpun akan terlihat lebih cantik drpd istri2mu ".
Karena manusia yg berhati serakah dan tamak jika diberi lembah emaspun dia akan memikirkan lembah2 yg lain.
Maukah kau kuberi tahu amalan yg bisa membuat istrimu cantik kembali?
Pemuda : Apa itu kyai?
Kyai : Ghodul bashor,JAGALAH PANDANGANMU.
Ponorogo, 10 Mei 2015
Read full post »

Rabu, 31 Desember 2014

Di Dunia ini Tidak Ada yang Sempurna

0 comments
Berikut adalah tulisan dari Ustadz Burhan Sodiq yang cukup mencerahkan untuk kita dalam mengarungi kehidupan, inti dari tulisan beliau adalah bahwa kita di Dunia ini tidak ada yang sempurna. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kita harus bisa saling menerima dan mengisi kekurangan satu sama lain di antara kita agar kita bisa hidup rukun anatar satu dan yang lainnya.

Sesama Hewan Landak tidak mungkin saling merapat satu dengan lainnya. Duri duri tajam yg mengitari tubuhnya adalah penghalang utama mereka untuk melakukan hal di atas. Bahkan kepada anak kandungnya sendiri....

Ketika musim dingin tiba, membawa hembusan badai salju susul menyusul, serta cuaca dingin yg menggigit tulang, dalam kondisi kritis seperti ini, para landak itu terpaksa saling merapat satu dengan lainnya, demi menghangatkan tubuh2 nya meski mereka harus berjuang menahan perih dan sakitnya duri2 landak lain yg menusuk, melukai kulit2 mereka.

Jika sekawanan landak itu telah merasakan sedikit kehangatan, segera saja mereka saling menjauh, namun jika rasa dingin kembali merasuk ke dalam tubuh mereka, mereka akan segera merapat lagi... dan demikianlah seterusnya.

sepanjang malam, landak2 itu disibukan oleh kegiatan saling menjauh dan saling mendekat.

Merapat terlalu lama akan menimpakan atas mereka benyak luka. Sementara jika mereka saling menjauh dalam waktu yg lama justru bisa saja rasa dingin menewaskan mereka.
Demikianlah keadaan kita manusia dalam hubungan interaksi sosial antara sesama kita dalam hidup ini, tentu tak seorang manusiapun terbebas dari duri2 (kesalahan2) yg mengitari dirinya, demikian halnya org lain...

Tentu mereka sama sekali tidak akan dapat merasakan kehangatan jika mereka tidak rela bersabar menanggung perihnya duri2 (kesalahan) org lain pada saat saling merapat.

Oleh karena itulah:
Siapa saja yg hendak mencari sahabat tanpa kesalahan, niscaya ia akan hidup sebatang kara.

Dan barang siapa yg ingin mencari pendamping hidup sempurna tanpa kekurangan, niscaya ia akan hidup membujang.

Dan barang siapa yg berusaha mencari saudara tanpa problema, niscaya ia akan hidup dalam pencarian yg tiada akhirnya.

Barang siapa yg hendak mencari kerabat yg ideal dan sempurna, niscaya ia akan lalui seluruh hidupnya dalam permusuhan.

Maka, bersabarlah menanggung perihnya kesalahan orang lain, agar kita dapat mengembalikan keseimbangan dalam. hidup ini.

Camkanlah ....jika engkau ingin hidup bahagia, jangan menafsirkan segala sesuatu, jangan pula terlalu kritis pada segala hal, serta jangan terlalu jeli meneliti segala sesuatu.
Sebab jika seseorang jeli meneliti asal usul berlian, ia akan mendapti ternyata berlian itu bermula dari bongkahan batu hitam.
Read full post »

Sabtu, 06 Desember 2014

Jangan Khawatir Mengenai Rezeki Kita di Dunia, tapi Khawatirlah Bekal Apa yang Akan Kita Bawa ke Akhirat

0 comments
Jangan Khawatir Mengenai Rezeki Kita di Dunia, tapi Khawatirlah Kehidupan Kita Nanti di Akhirat

      Rezeki itu sudah Allah atur untuk kita mulai dari kita lahir sampai kita meninggal. Kita tidak usah mengkhawatirkan mengenai rezeki kita di masa yang akan datang, karena rezeki kita itu sudah pasti akan kita dapatkan, hanya saja kita perlu menjemputnya dengan ikhtiar. Bahkan sering kali kita mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka datangnya. Seseorang tidak akan mati sampai seluruh rezekinya diterima. 
Sebagai mana dalam hadits:
Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah dan carilah nafkah dengan cara yang baik, karena sesungguhnya seseorang sekali-kali tidak akan meninggal dunia sebelum rezekinya disempurnakan, sekalipun rezekinya terlambat (datang) kepadanya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan carilah rezeki dengan cara yang baik, ambillah yang halal dan tinggalkanlah yang haram." (Hadits shahih, Shahih Ibnu Majah no. 1743 dan Ibnu Majah II: 725 no. 214).

     Jadi kita tidak usah ragu lagi mengenai rezeki kita di dunia, karena rezeki yang akan kita dapatkan sudah pasti berapa-berapa sampai kita meninggal dunia. Yang belum pasti itu adalah bagaimana kehidupan kita di akhirat, apakah akan masuk surga dan mendapatkan berbagai macam kenikmatan atau akan masuk neraka dan mendapatkan berbagai macam siksaan. Itu semua tergantung amalan kita selama kita di dunia, jadi yang saat ini perlu kita khawatirkan adalah bagaimana kehidupan kita nanti di akhirat.

     Ada nasihat yang bagus mengenai rezeki dari teman di facebook saya, yang kutipannya itu kurang lebih seperti ini:
     Orang bijak mengajarkan, “Di saat kau bertanya-tanya dalam ketaktahuan akan di mana keberadaan rezekimu, ketahuilah bahwa rezekimu tahu pasti di mana kau berada. Dari langit, laut, gunung ataupun lembah, Rabb memerintahkannya menujumu. Allah telah berjanji menjamin rezekimu. Maka, melalaikan ketaatan pada-Nya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda. Tugas kita bukan mengkhawatirkan rezeki, atau bermuluk cita memilikinya. Tugas kita adalah menyiapkan jawaban ‘dari mana’ dan ‘untuk apa’ bagi setiap karunia.”

“Betapa banyak orang bercita-cita menggenggam dunia hingga ia alpa bahwa hakikat rezeki bukanlah yang tertulis dalam angka, melainkan apa yang ia nikmati. Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya, demi angka simpanan gaji yang sangat mungkin esok pagi ditinggalkannya mati. Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rezeki pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rezeki itu urusan-Nya.”


Gontor, 6-12-2014

Read full post »

Minggu, 30 November 2014

Kalimat Indah dari Dr. Aid Al Qarni

0 comments
نحن لا نملك تغییر الماضي
Kita tdk bisa merubah yg telah terjadi
و لا رسم المستقبل ..
Jg tdk bisa menggariskan masa depan
فلماذا نقتل انفسنا حسرة
Lalu mengapa kita bunuh diri kita dgn penyesalan?
على شيئ لا نستطیع تغییره؟
Atas apa yg sdh tdk bisa kita rubah
الحیاه قصیرة وأهدافها كثيرة
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak
فانظر الى السحاب
و لا تنظر الى التراب ..
Maka, tataplah awan dan jgn lihat ke tanah
اذا ضاقت بك الدروب
فعلیك بعلام الغیوب
و قل الحمدلله على كل شيئ
Kalau merasa jalan sudah makin sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang gaib!
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.
سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
Kapal titanic dibuat oleh ratusan orang
وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
Sedang kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang
الأولى غرقت والثانية حملت البشرية
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia
التوفيق من الله سبحانه وتعالى
Taufik hanya dari Allah swt
نحن لسنا السكان الأصليين
لهذا الكوكب الأرض !!
بل نحن ننتمي إلى ( الجنّة )
Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga
حيث كان أبونا أدم
يسكن في البداية
لكننا نزلنا هنا مؤقتاً
لكي نؤدّي اختبارا قصيرا
ثم نرجع بسرعة ..
Tempat, dimana org tua kita, Adam, tinggal pertama kali.
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara,
Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.
فحاول أن تعمل ما بوسعك
لتلحق بقافلة الصالحين
التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع
و لا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير
Maka berusahalah semampumu,
Untuk mengejar kafilah org2 salih, Yang akan kembali ke tanah air yg sgt luas, di akhirat sana...
Jgn sia2kan waktumu di planet kecil ini..!
الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب، حتىّ الموت ليس فراقاْ
سنجتمَع في الآخره
الفراق هو: أن يكون أحدنا في الجنه،
والآخر في النار
جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته..
Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yg jauh,
Atau karena ditinggal orang tercinta,
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi.
Read full post »

Sabtu, 29 November 2014

Pilihan Allah Adalah yang Terbaik

0 comments


Sesungguhnya Allah itu maha mengetahui segala sesuatu. Allah tau apa yang terbaik dan terburuk untuk hamba-hambaNya. Allah mengetahui perkara yang nampak dan perkara yang ghaib. Allah mengetahui apa yang terjadi di masa lalu dan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Maka oleh karena itu mintalah petunjuk dalam  setiap perkara kita kepada Allah SWT agar di berikan yang terbaik, dan jangan pernah kecewa ketika apa yang kita inginkan belum terwujud atau tidak terwujud. Bisa jadi apa yang kita minta kepada Allah itu buruk akibatnya untuk kita dan Allah ingin menyelamatkan kita dari keburukan tersebut. Percayalah sama Allah dan berkhusnudzan, karena Allah yang paling tau apa yang terbaik untuk kita.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” [Al-Baqarah: 216]


“Saya minta sesuatu kepada Allah. Jika Allah memberinya padaku, saya gembira sekali saja. Namun, jika Allah tidak memberinya padaku, saya gembira sepuluh kali lipat. Sebab, yang pertama itu pilihanku, sedangkan yang kedua itu pilihan Allah." -- Imam Ali bin Abi Thalib


Maka yakinlah, selama kita bertaqwa kepada Allah dan kita berdo'a kepadaNya pasti Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. 

Terakhir sebagai penutup ada sebuah kisah seorang raja dan seorang menteri. Menterinya ini senantiasa berkata

الخَيْرُ خِيْرَةُ اللهِ

"Yang terbaik adalah pilihan Allah."

Setiap ada orang yang terkena musibah, akan dinasehati oleh sang menteri dengan mengatakan, yang terbaik adalah pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Suatu saat sang raja yang terkena musibah, jari raja ini terputus karena suatu hal. Sang menteri datang dengan tetap mengatakan, wahai raja yang terbaik adalah pilihan Allah. Jarimu putus itu adalah yang terbaik.

Mendengar ucapan menterinya ini, raja pun tersinggung dan marah. Dia mengatakan, “Jari saya putus yang terbaik?! Penjarakan dia!”

Tatkala di penjara, dengan mudah menteri ini mengatakan, yang terbaik adalah pilihan Allah.

Ternyata benar, suatu saat sang raja pergi berburu bersama bawahannya untuk berburu atau suatu keperluan. Mereka terjebak, pergi ke tempat yang jauh, lalu mereka ditangkap oleh segeromblan orang penyembah dewa tertentu. Mereka ditangkap dan disembelih satu per satu sebagai tumbal untuk dewa-dewa mereka. Tatkala Tiba giliran sang raja, mereka dapati jari raja ini putus, mereka anggap raja ini orang yang cacat yang tidak pantas dikorbankan untuk sesembahan mereka. Raja pun dibebaskan.

Saat itulah sang raja sadar akan kebenaran perkataan menterinya. Jarinya yang putus ini adalah suatu kebahagiaan, merupakan anugerah, sehingga dia tidak jadi dibunuh oleh orang-orang tersebut. Ia pulang dengan begitu semangat, lalu membebaskan sang menteri. Raja mengatakan, “Benar perkataanmu, yang terbaik adalah pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya selamat dari cengkraman mereka. Namun saya ingin bertanya, mengapa waktu engkau di penjara, kau katakan yang terbaik adalah pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Apa kebaikan yang kau alami di penjara?” Menteri menjawab, “Seandainya saya tidak di penjara, maka saya akan pergi turut serta berburu bersamamu, saya akan ditangkap dan disembelih oleh mereka. oleh karena itu, saya dipenjara adalah yang terbaik.”

Gontor, 29-11-2014
Read full post »

Sabtu, 22 November 2014

Dahsyatnya Do'a

0 comments
Assalamu'alaikum.

Pada kesempatan kali ini saya mau share betapa dahsyatnya sebuah do'a. Maka sudahlah tentu benar dengan istilah do'a adalah senjatanya orang muslim, karena do'a itu pasti akan di kabulkan oleh Allah SWT, hanya saja syarat, cara dan waktu pengabulannya saja yang perlu kita pahami. Allah punya cara tersendiri dalam mengabulkan do'a hamba-hambanya.

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Ghafir: 60)

Sebenarnya saya ingin ngesahre banyak cerita tentang dahsyatnya do'a, tapi pada kesempatan kali ini saya hanya ingin ngeshare beberapa kejadian terakhir saya mengenai dahsyatnya do'a.

Kisah pertama yang ingin saya ceritakan dahulu kala saya ketika kuliah S1 saya ingin lulus kuliah tepat waktu dan ingin sudah kerja sebelum wisuda. Dan alhamdulillah hal tersebut Allah kabulkan dengan cara yang tidak disangka-sangka. Saya dapet info kerjaan tersebut dari facebook yang sebenarnya saya juga gak terlalu menanggapi dengan serius info pekerjaan tersebut, saya hanya mengirimkan aplikasi lewat e-mail ke alamat e-mail yang tertera di pengumuman lowongan pekerjaan tersebut. Karena saya setelah lulus S2 ada rencana mau kuliah di UGM jadi saya berharap mendapatkan pekerjaan yang bisa di sambi sambil kuliah juga, dan alhamdulillah pekerjaan yang saya dapatkan ini sangat sesuai malah mendukung untuk saya kerja sambil kuliah. Karena saya bekerja di salah satu unit usaha UGM yang namanya sekarang FasnetGama UGM dan saya juga di minta jadi assisten pribadi salah satu dosen UGM yang juga beliau sebagai direktur FasnetUGM. jadi lokasi saya kerja di komplek kampus UGM dan gaji yang saya terima juga cukup lumayan untuk biaya sehari-hari, dan dari situ juga saya mendapatkan banyak link dengan orang-orang yang luar biasa. Waktu itu saya mulai kerja sekitar bulan september atau oktober dan saya wisuda bulan desember. Alhamdulillah Allah sudah mengabulkan do'a saya yang satu ini.

Kisah kedua adalah semenjak saya sekolah di Madrasah Aliyah saya bercita-cita ingin sekali sekolah/kuliah ke luar negeri. Perah nyoba ikut AFS waktu itu tapi gak lolos, pernah juga ikut program IETF pas lagi kuliah semester 5 tapi gak lolos juga karena nilai TOEFL saya yang sangat minim. Saya sering ikut kursus bahasa inggris tapi kemampuan bahasa inggris saya tetep saja minim. Sampe lulus S1 pun kemampuan bahasa inggris saya masih minim, sehingga untuk bisa lanjut kuliah ke luar negeripun menjadi hal yang mustahil. Selain nilai TOEFL saya yang sangat minim, kemampuan bahasa inggris saya pun bisa di katakan selevel anak SMP. Meskipun untuk bisa kuliah ke luar negeri itu hal yang mustahil buat saya tapi saya tetap berkeinginan dan saya selalu meminta sama Allah SWT semenjak duduk di bangku SMA untuk bisa bersekolah ke luar negeri. Untuk mewujudkan hal itu agenda saya tiap hari di sela-sela kerja cuma buka-buka lowongan beasiswa ke luar negeri dan kemudian saya close karena persyaratan yang tidak mungkin bisa saya penuhi terutama persyaratan skor TOEFL. Jadi dengan kata lain saya cuma cari-cari info beasiswa dan setelah dapet cuma di lihat dan di close begitu saja. Akhirnya sayapun hanya daftar S2 ke UGM dan sayapun ikut test dan lolos, hanya saja test skor bahasa inggrisnya yang tidak lolos dan itu bisa nyusul sambil kuliah berjalan. Akhirnya FIX waktu itu kuliah di UGM hanya saja tinggal bayar dan nunggu waktu masuk. Di sela-sela penantian tersebut saya dapet informasi beasiswa ke Korea dari teman saya. Pada waktu itu saya menanggapinya biasa saja tanpa berharap lolos karena itu tadi persyaratan yang tidak bisa saya penuhi, selain skor bahasa inggris saya yang kecil IPK saya pun tidak memenuhi untuk apply beasiswa ke Korea tersebut. Buat Allah tidak ada hal yang mustahil, dan alhamdulillah secara sangat tidak di sangka-sangka saya lolos untuk kuliah ke Korea dengan beasiswa FULL(Klik sini untuk cerita lengkapnya). Alhamdulillah akhirnya do'a yang bertahun-tahun ini saya panjatkan akhirnya di kabulkan juga di waktu dan cara yang sudah Allah atur. Ketika saya informasikan kabar gembira ini ke orang tua mereka pun tidak percaya, karena mereka tau betul kemampuan saya seperti apa. Ketika teman-teman saya tau pun mereka kaget tidak percaya, qo bisa? gmn ceritanya? Begitulah cara Allah mengabulkan do'a hambanya, banyak hal yang tidak pernah kita duga. Sebenarnya saya juga ingin cerita bagaimana saya bisa lulus S2 tepat waktu di korea padahal kemampuan bahasa dan ilmu saya jauh dari kompetensi, tapi alhamdulillah berka kehendak Allah saya bisa lulus juga. Mungkin cerita lengkapnya akan saya ceritakan suatu saat nanti.

Cerita terakhir yang ingin saya share adalah kejadian yang baru saja terwujud beberapa minggu lalu, yaitu mengenai rencana saya ketika sudah pulang ke Indonesia. Saya berharap ketika sudah selesai kuliah dari Korea saya ingin kerja jadi Dosen di Indonesia dan selain itu juga ketika sudah pulang ke Indonesia saya ingin belajar agama lebih dalam lagi dan saya berencana ingin sekolah agama atau sejenis mesantren lagi. Tapi keinginan saya untuk mesantren ini tidak di setujui sama orang tua karena orang tua menyarankan saya untuk fokus cari kerja dulu aja dengan alasan ini dan itu. Selain berusaha, untuk menggapai harapan saya tersebut saya juga terus-terusan berdo'a jikalau harapan saya itu baik saya mohon untuk di kabulkan. Alhamdulillah, Allah mengabulkan do'a saya, bahkan dua-duanya sekaligus. Bulan Oktober kemarin saya di terima kerja menjadi Dosen di Universitas Darussalam Gontor. Kampus ini milik yayasan Gontor. Kenapa saya bilang Allah mengabulkan do'a saya dua-duanya sekaligus? Karena selain dapet kerja jadi Dosen di Gontor saya juga bisa sekalian belajar agama langsung di lingkungan pesantren. Setiap Dosen di haruskan tinggal di komplek Gontor jadi Alhamdulillah bisa hidup di lingkungan yang bagus serta bisa tanya-tanya atau belajar agama lebih lanjut lagi disini. Dan harapan saya untuk belajar bahasa arab InsyaAllah bisa saya wujudkan disini. 


Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas semua keridhoan yang telah Kau berikan kepada hamba. Rasanya hamba sangat malu sekali ketika hamba tidak bersyukur kepadaMu ya Allah, Engkau telah kabulkan banyak do'a-do'a hamba meskipun hamba sering kali lalai dalam beribadah kepadamu ya Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Terakhir, pesan dari saya bedo'alah kepada Allah SWT karena do'amu pasti akan di kabulkan. Bahkan do'a dari setan pun Allah kabulkan, sebagaimana di kisahkan dalah Al-Quran di surat Al-'Araf ayat 13-15:


Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".[13]
Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".[14]
Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."[15]


Sebagai penutup ada kisah nyata, terjadi di Pakistan. Seorang Dr Ahli Bedah terkenal bernama Dr. Ishan tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.

Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tibs diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.

Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: “Saya ini dokter spesial, tiap menit nyawa manusia bergantung pada saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam?”

Pegawai menjawab: “Wahai dokter, jika Anda terburu-buru Anda bisa menyewa mobil, tujuan Anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.”

Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.

Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya. Terdengar suara seorang wanita tua: “Silahkan masuk, siapa ya?”

Terbukalah pintunya.

Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam teleponnya. Ibu itu tersenyum dan berkata: “Telepon apa Nak? Apa Anda tidak sadar ada dimana? Di sini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan untuk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan Anda.”

Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak di atas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do’a yang panjang.

Dokter mendatanginya dan berkata: “Demi Allah, Anda telah membuat saya kagum dengan keramahan Anda dan kemuliaan akhlak Anda, semoga Allah menjawab do’a-do’a Anda.”

Berkata ibu itu: “Nak, Anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do’a-do’a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.”

Bertanya Dr. Ishan: “Apa itu do’anya?”

Ibu itu berkata: “Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada di sini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo’a kepada Allah agar memudahkannya.”

Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak: “Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do’a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu-min dengan do’a.
Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.”
ALLAHUAKBAR. Jangan pernah berhenti berdo’a sampai Allah menjawabnya.


Gontor, 22-11-2014







Read full post »